PDIP "Tinggalkan" MANuFER, Fokus Pileg dan Pilpres

Jajaran pengurus DPC PDIP Kota Bima di sekretariatnya yang terletak di Kelurahan Oi Mboi, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. FACEBOOK/Ruslan Lan
KOTA BIMA - Dinamika politik pasca diketahuinya perolehan suara tertinggi dari hasil perhitungan cepat yang dirilis KPU lewat website miliknya di alamat https://infopemilu.kpu.go.id/ Berada di posisi kedua dalam perhitungan sementara mendesak langkah hukum dan aksi yang ditempuh pasangan calon nomor urut satu (H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalia atau MANuFER) saat ini. 


Kemarin, Senin, 2 Juli 2018. ratusan massa dari pendukung Pasangan MANuFER menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPU dan Panwaslu Kota Bima. Dan adanya pengaduan oleh Tim Paslon nomor satu di Panwaslu Kota Bima, semalam.

Sementara itu, Kanit Pidum Reskrim Poilres Bima Kota yang juga Tim Gakumdu Kota Bima, IPDA Dediansyah, SIK mengaku, ada sekitar 100 orang yang akan diperiksa dari laporan paslon noimor urut satu. Diakuinya, setelah menggelar aksi unjuk rasa siang kemarin, semalam dilanjutkan dengan pemeriksaan pada kurang lebih 100 orang terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang berlangsung tanggal 27 Juni 2018 lalu. 

"Benar, malam ini rencana ada 100 orang yang akan diperiksa. Pemeriksaan di Panwaslu atas laporan nomor urut satu," singkat perwira muda itu, semalam.

Ketua DPD PDIP NTB dan Ketaua DPC PDIP Kota Bima (foto kecil) bersama Paslon MANuFER (H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalia). FACEBOOK/Ruslan Lan
Di tengah perjuangan armada MANuFER yang pada pencalonan dengan menggunakan 3 kendaraan politik yaitu PDIP (3 kursi), PKS (2 kursi) dan Partai Demokrat (2 kursi). Manuver politik Ketua PDIP Kota Bima cukup menghebohkan. Pasalnya, Ketua DPC Kota Bima, Ruslan Usman alias Parlan menegaskan partainya menarik dukungan dari MANuFER secara lisan, Selasa, 3 Juli 2018.

"Hari ini saya tegaskan bahwa DPC PDIP Kota Bima menarik dukungan kepada gerakan yang dilakukan oleh pihan MANuFER maupun dukungan politik kepada paslon secara lisan," ungkap Parlan kepada media ini, Selasa (3/7/2018).

Kata Parlan, DPC PDIP Kota Bima telah melaksanakan tugas mengamankan SK DPP dalam memperjuangkan pemenangan.pasangan yang diusung dalam Pilakada 2018 ini yaitu Passangan MANuFER. Saat ini, seluruh jajaran mulai dari tingkat DPC ke bawah menghendaki ingin segera menyatakan sikap keluar dan meningggalkan gerbong MANuFER sebelum penetapan polehan suara yang dilakukan oleh KPU tanggal 6 Juli 2018 nanti. 

"Yang pasti, secara lisan DPC PDIP dan jajaran ke bawah sudah menarik diri dari MANuFER. Namun, dalam tingkat koordinasi selanjutnya, masih meminta pertimbangan-pertimbangan dari DPP dan DPD PDIP NTB," pungkas via seluler, pagi ini.

Pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Bima lewat laman facebook-nya, Ruslan Lan. METROMINI/Dok
Sambung dia, PDI.Perjuangan mulai melaksanakan konsolidasi internal partai dalam rangka persiapan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan juga Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang. Apalagi, tanggal 4 Juli 2018, pemberkasan pecalonan untu Pileg di Kota Bima sudah mulai dimasukkan namanya ke KPU. Dan prinsipnya, siapapun yang ditetapkan KPU sebagai pemenang, DPC PDIP Kota Bima sangat mengapresiasi perjalanan Pilkada Kota Bima di tahun 2018 ini.

"Kami ingin fokus dengan Pileg dan Pilpres dan menghargai hasil Pilkada oleh KPU dan segenap jajaran penyelenggara Pilkada. Saat ini, kami ingin membahas arah kebijak politik partai unk lima tahun ke depan, Siapapun yang ditetapkan sebagai pemenang, kami sangat mengapresiasi usaha KPU dan Panwaslu dan tentunya ucapan selamat bagi Paslon yang akan memimpin Kota Bima diperiode tahuin 2018-2023 nantinya," terang pria yang sudah bersama PDIP selama 17 tahun lamanya itu.

Ia menegaskan, DPC PDIP Kota Bima meninggalkan gerbong MANuFER, dengan pertimbangan menghargai proses Pilkada di Kota Bima secara terhormat dan bila ada sengketa tentu bisa dilakukan di MK, pasca penetapan. 

"Kami menghargai proses yang terjadi. Tidak sepakat dengan adanya aksi yang mengundang reaksi dari pihak lain. Dan menyarankan menunggu penetapan hasil terlebih dahulu dan jika ada sengketa bisa dilayangkan ke MK. Intinya, kami memilih lebih rasional dalan mencermati perkembangan Pilkada saat ini," tutup pemilik akun Facebook Ruslan Lan itu. (RED*)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item