Pemuda Sumi Terduga Pelaku Curanmor, Meregang Nyawa di Bugis-Sape

"Hendak Amankan Candra, Massa dan Aparat Chaos. Berujung Kantor dan Mobil Polsek Sape Dirusak Massa"

Keadaan Candra pelaku korban curanmor yang meninggal dunia, di Kecamatan Sape, Kamis, 26 Juli 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kematian adalah takdir Tuhan. Namun, kematian ada penyebabnya. Kali ini, seorang pemuda asal Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima yang terungkap dalam KTP yang ada bersama pelaku korban bernama Candra Irawan. 

Pemuda kelahiran Desa Sumi, 8 Juni 1997 itu meregang nyawanya setelah diamuk massa di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Candra diamuk massa setelah diketahui oleh warga sebagai pelaku pencurian sepeda motor. Dan ketegangan pun terjadi antara warga dan pihak kepolisian, smealam. 

KTP milik pelaku korban curanmor yang meninggal dunia, di Kecamatan Sape, Kamis, 26 Juli 2018. METROMINI/Dok
Kasus terbunuhnya Candra berujung pada chaos atau konflik yang terjadi antara petugas kepolisian dan massa yang sedang mengeksekusi Candra yang ingin dievakuasi oleh anggota Polsek Sape. Seorang petugas Kepolisian, menceritakan, sekitar pukul 19:30 WITA, anggota piket Polsek Sape menerima laporan bahwa ada pelaku curanmor yang dikepung oleh warga Dusun Bajo Sarae dan Dusun Gudang, Desa Bugis.

"Selanjutnya personil Polsek Sape mendatangi TKP di bawah pimpinan Kapolsek Sape AKP Syafruddin Jamal untuk melakukan evakuasi pelaku curanmor di Dusun Bajo Sarae," ujar anggota yang minta tak dituangkan namanya di media, Jum'at, 27 Juli 2018.

Ia menceritakan, saat pelaku yang sedang dikejar massa dan berhasil lolos dari kepungan warga Dusun Bajo Sarae. Selanjutnya personil Polsek Sape menuju Dusun Gudang. Karena seorang pelaku curanmor sudah dikepung oleh warga disana dan posisinya dalam pengamanan sebagian warga.

"Di saat Personil Polsek Sape mengamankan pelaku, sebagian warga yang lin ingin menyerang pelaku curanmor. Namun, dihadang oleh personil Polsek Sape," ujarnya.

Keadaan Mapolsek Sape yang diserang warga, Kamis, 26 Juli 2018. METROMINI/Dok
Kata dia, keadaan semakin tegang saat warga sedang menyerang pelaku sehingga personil Polsek Sape mengeluarkan tembakan peringatan dan warga langsung mundur. Diakuinya, selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba warga berteriak dan mengatakan bahwa ada masyarakat yang terkena tembakan polisi sehingga warga kembali menyerang personil Polsek Sape yang ingin mengevakuasi pelaku saat itu,

"Karena mendengar ada teriakan peluru nyasar saat setelah tembakan peringatan dilakukan anggota Polsek Sape, saat itu anggota langsung menyelamatkan diri masing-masing. Dan untuk pelaku curanmor sudah meninggal dunia saat itu," papar dia. 

Keadaan Candra pelaku korban curanmor yang meninggal dunia, saat diamankan warga di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kamis, 26 Juli 2018. METROMINI/Dok
Liputan langsung media ini. Kamis, 26 Juli 2018 atau semalam. Penyerangan tersebut mengakibatkan sejumlah kaca jendela pecah dilempari batu. Penyerangan tersebut diduga dilakukan warga akibat buntut dari kasus curanmor. 

Akhirnya, chaos yang terjadi semalam baik Kapolres Bima Kota dan juga Dandim 1608/Bima turun ke Kecamatan Sape untuk menstabilkan ketegangan. Kehadiran dua pejabat keamanan itu mampu membuat massa membubarkan diri. Saat turun ke Sape. Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608/Bima turun bersama puluhan personil Brimob Subden A Bima dan anggota Polres Bima Kota, 

Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Winarta, SIK mengatakan, kejadian berawal dari kasus curanmor yang dihakimi massa. Oleh anggota Polsek Sape berusaha membubarkan massa yang tak terbendung, akhirnya pelaku curanmor tewas. 

"Dan sekarang situasi kondusif, jenazah telah kami kembalikan ke orang tuanya di Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Sementara untuk korban dari warga yang diduga terkena peluru nyasar masih kita dalami lagi," ucapnya, semalam. (RED)



Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item