Pol PP Cegah Garam 30 Ton Ingin Dibawa ke NTT di Pantai Lewamori-Palibelo

Kepala Bidang (Kabid) Operasional Satpol PP Kab Bima, Kadrin. GOOGLE/www.bimakini.com
KABUPATEN BIMA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dibantu anngota Polisi dan TNI mengamankan kurang lebih 30 ton garam non yodium yang hendak dibawa dengan kapal laut ke wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/07/2018). Pengamanan tersebut dilakukan pada Kapal di tempat penimbunan garam di pinggir Pantai Lewamori, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, saat pemilik bernama Salahuddin dan buruh sedang menaiki garam ke atas kapal.

Kepala Bidang (Kabid) Operasional Satpol PP Kab Bima, Kadrin menjelaskan, sekitar pukul 11.00 WITA, anggotanya melakukan pengamanan di lokasi pusat penimbunan garam di kawasan Pantai Lewamori. Saat penggeledahan pada sebuah kapal dagang, ditemukan kurang lebih 30 ton garam non yodium atau garam produksi yang ingin dibawa ke Kabupaten Manggarai, NTT. 

"Saat diamankan sudah ada sekitar 3 ton garam yang sudah diangkut ke atas kapal. Rencananya. garam non yodium tersebut akan diedarkan di pasar tradisional di wilayah Manggarai yang sudah ada pemesannya," ungkap Kadrin, kemarin.

Menurutnya, dalam operasi pengamanan yang dibantu anggota dari Pos Polisi Palibelo dan anggota TNI dari satuan maninir, awal pengamanan ini berkat pengawasan patroli anggota yang dilakukan di perairan Teluk Bima, Namun, tak sengaja anggota melihat dan mencurigai beberapa buruh yang sedang menaikan garam di atas kapal. 

"Setelah didatangi kapal tersebut, ternyata yang diangkut adalah garam non yodium yang sudah ada aturan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) dilarang untuk didistribusikan ke daerah lain," jelasnya. 

Kendati pengakuan pengusaha bahwa kegiatannya telah mengantongi ijin dan dokumen resmi. Namun, setelah dimintai dokumen ijinya selama kurang lebih sejam dan pihak pengusaha tidak bisa menunjukkannya, akhirnya petugas langsung mengamankan barang bukti tersebut di Pos Polisi Palibelo. 

"Awalnya pemilik garam mengaku ada dokumen serta ijin yang resmi, Tapi setelah lama kami menunggu, ijin tersebut tak bisa ditunjukan dan akhirnya kami  amankan barang bukti garam non yodium itu karena sudah ada pelarangannya sebagaimana yang diatur pada Perda Kabupaten Bima No. 03 Tahun 2009  tentang pengaturan pengedaran dan pendistribusian garam non yodium," papar Kadri.

Menurutnya, pelarangan peredaran garam non yodium ini karena memiliki efek atau dampaknya bagi yang mengkonsumsinya. Pasalnya, garam tersebut dapat mengganggu kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan konsumen dapat menderita gondok serta dapat mengganggu kecerdasan otak bagi generasi bangsa.

"Diketahui bahwa pemilik barang (Salahuddin) merupakan warga asal Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima pasca pengamanan barang bukti, ikut diamankan di Pos Polisi Palibelo untuk dimintai keterangan serta diberikan pembinaan khusus," tutup Kadrin. 

Sementara itu, pihak Polres Bima dan juga pemilik garam non yodium ini, masih dikonfirmasi atas pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item