Porter: Bule-bule Pendaki Rinjani Saat Gempa Ucapkan Allahu Akbar

Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Mingguj (29/7/2018). GOOGLE/www.republika.co.id.
LOMBOK TIMUR - Bencana gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7/2018), membuat panik seluruh masyarakat. Tak terkecuali para pendaki di Gunung Rinjani. Wilayah-wilayah yang berada di sekitar kawasan Gunung Rinjani seperti Kecamatan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur dan Kecamatan Bayan di Kabupaten Lombok Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah.

Seorang Porter, Uspi, 28, mengaku bersyukur bisa turun dari Gunung Rinjani sekitar pukul 15:30 WITA. Ia menceritakan kepanikan yang luar biasa mendera pendaki di Gunung Rinjani. Ia menyebutkan, getaran gempa di Gunung Rinjani sangat terasa membuat hampir seluruh pendaki tiarap.

"Pada tiarap, kalau orang yang berdiri juga enggak kuat karena akan jatuh," ujarnya di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018) lalu


Ia menceritakan, saat gempa terjadi, batu-batu berjatuhan dengan debu yang beterbangan menambah mencekam suasana. Pria yang akrab disapa Black ini juga mengungkapkan berbagai kejadian yang menurutnya sangat jarang terjadi.

"Bule-bule lari, barang-barangnya ditinggalin, bule-bule yang enggak pernah ngucapin Allahu Akbar pada ngucapin Allahu Akbar padahal mereka non-Muslim, mungkin saking paniknya," ucap dia.


Ia yang mendaki bersama 10 wisatawan asal Thailand menyampaikan, jalur turun ke Sembalun dan Senaru terputus akibat longsor. Kata dia, masih banyak pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani dan memerlukan proses evakuasi. (RED)

______________
Berita ini telah dirilis pada situs www.republika.co.id, dengan tajuk, "Ketika Pendaki Asing Ucapkan Allahu Akbar di Rinjani"

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item