Undur Diri Wali Kota Bima Dibenarkan KPU, Namun Disesali Pemuda

Wali Kota Bima, H. Qurais H. Abidin. GOOGLE/www.oborbima.com
KOTA BIMA - Plt. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, SSTP, MM mengungkapkan, Wali Kota Bima, H. Qurais H. Abidin telah mengajukan surat pengunduran diri ke Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu. Kata Syahrial, orang nomor satu di Kota Bima ini mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatannya karena ingin mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI 2019 duta Partai Demokrat.

"Memang Wali Kota Bima telah mengajukan pengunduran diri ke Gubernur NTB. Dan pengajuan permohonan pengunduran diri Wali Kota Bima dengan alasan akan maju menjadi Caleg DPR RI dari daerah pemilihan Pulau Sumbawa," jelas Rian, sapaan akrab Kabag, Jum'at, 13 Juli 2018.

Ia menjelaskan, surat pengajuan pengunduran diri Wali Kota sudah dikirim ke Mendagri melalui Pemprov NTB. Saat ini sedang berproses. Kendati demikitan, sambung Rian, saat ini Wali Kota Bima masih tetap menjabat hingga akhir masa jabatanya. 

Menurut dia, Qurais atau Ketua DPC Demokrat Kota Bima itu masih menjabat sebagai Kepala Daerah hingga masa jabatannya berakhir pada tangga 24 Juli 2018 mendatang. 

“Untuk jabatan Wali Kota, tidak berpengaruh walaupun beliau sudah mengajukan surat pengunduran diri. Wali Kota masih menjabat sampai dengan tanggal akhir jabatanya,” tuturnya. 

Diketahui, Qurais merupakan Wali Kota Bima dua periode. Dan akan berakhir masa jabatannya bersama Wakilnya yang merupakan adik kandung Qurais (H. A. Rahman) sampai dengan tanggal 24 Juli 2018.

Di sisi lain, Ketua KPU Kota Bima, Bukhari, S.Sos menjelaskan, pendaftaran bagi calon anggota legislatif mulai dari tanggal 4 hingga 17 Juli 2018, bagi Kepala Daerah memang harus mengajukan surat pengunduran dirinya. Untuk Wali Kota Bima, kata dia, pengajuan surat pengunduran diri saja dulu yang kemudian untuk Surat Keputusan (SK) pemberhentiannya diajukan sehari sebelum penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT).

"Wali Kota Bima mengajukan surat pengunduran diri saja dulu saat ini. Untuk SK pemberhentiannya, bisa diberikan sehari sebelum penetapan DCT nanti. Dan ini memang syaratnya bagi Kepala Daerah yang ingin jadi Caleg," kata Bukhari, Jum'at (13/7/2018).

Kata dia, berbeda dengan Calon Legislaif yang saat ini sudah menjadi legislator (anggota DPR RI). Untuk caleg incumbent, sesuai UU dan PKPU tidak perlu mengundurkan diri.

Apa Kata Pemuda?

Mantan Ketua BEM STIH Muhammadiyah Bima, Muhsin alias Rigen. FACEBOOK/Danambari Jambo
Sementara itu, pandangan berbeda pun disampaikan oleh mantan Ketua BEM STIH Muhammadiyah Bima, Muhsin alias Rigen. Kata dia, berdasarkan informasi dari situs web resmi KPU RI yang memuat ada 16 tahapan yang harus dilalui calon anggota DPR, anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Dijelaskannya, Wali Kota Bima tak perlu mengundurkan diri karena masa jabatannya akan berakhir sebelum penetapan Daftar Caleg Tetap yang akan dilakukan oleh KPU pada tanggal 14-20 September 2018. Untuk menjadi Caleg tentu ada proses dan tahapannya. Setelah legislatif.

"Di web KPU dijelaskan bahwa verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon dilakukan pada tanggal 1-7 Agustus 2018. Sementara Wali Kota dan Wakilnya berakhir tanggal 24 Juli 2018 yang ditetapkan dengan SK pemberhentian," jelas Rigen, Jum'at semalam.

Menurutnya, syarat mengundurkan diri itu menjadi gugur dengan terbitnya SK pemberhentian sebagai Wali Kota yang menjadi syarat menjadi Caleg DPR RI. Di tengah itu, kata dia, kesan mengundurkan diri Wali Kota Bima yang disumpah pada lima tahun yang lalu akan menjalankan tugas dan kewajibannya menjadi pertanyaan atas ambisi beliau yang ingin terus berkuasa. 

"Harusnya beliau tak perlu gembar gembor undur diri karena secara aturannya juga ngak masalah untuk kondisinya menjadi Caleg. Namun, sisa waktu yang tinggal beberapa hari ke depan harusnya ditutup penuh dengan sikan yang konsekuen dan bertanggung jawab," sindirnya.

Diakuinya, pada kepemimpinan Wali Kota Bima yang juga Ketua Demokrat Kota Bima masih banyak sikap yang dipertanyakan atas kebijkan H. Qurais atas dua jabatan publik yang disandangnya saat ini. Pertama, kata Rigen, tentang permohonan dokumen atau data-data terkait dengan kasus Honorer K-II yang diangkat menjadi PNS yang diminta oleh penyidik Polres Bima Kota yang belum juga diserahkan oleh Pemkot Bima yang tentunya atas persetujuan H  Qurais sebagai Wali Kota Bima. 

"Permintaan pihak Polres Bima Kota ini juga harus dihargai oleh Wali Kota menjelang akhir masa jabatannya. Jangan sampai ada kesan bahwa dengan dihambatnya proses penyelidikan polisi dengan tidak diberikannya dokumen oleh Pemkot, membuat kesan ada apa dibalik ini?," pungkas dia.

Selain itu, sambung Rigen, kasus anaknya Wali Kota yang menjadi anggota DPRD Kota Bima (Ibu Selvy Novia Rahmayani-red) yang viral di sosial media atas dugaan foto bukan bersama muhrimnya di depan ka'bah dalam kondisi melanggar syariat agama (berpelukan-red). Semestinya, selaku Ketua Demokrat Kota Bima punya sikap yang jelas terhadap anggotanya yang menjadi wakil rakyat terkait dugaan skandal hubungan asmara "haram" dengan oknum polisi di Polres Bima Kota itu. 

"Pengunduran diri Wali Kota ini sangat kami sesali saat tanggung jawab H. Qurais seperti mengijinkan permohonan pihak Kepolisian soal dokumen K-II dan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Demokrat Kota Bima yang tidak melakukan tindakan apapun terhadap anggota dewan asal partainya yang kebetulan merupakan anak kandung beliau. Dan ini yang kedua," cetus Rigen, pemilik akun Facebook "Danambari Jambo" itu.


Ia menambahkan, di tengah jabatan Wali Kota Bima yang menjalani kepemimpinan selama dua periode. Diharapkan agar bisa menuntaskan semua kewajiban tanggung jawab sosial, politik, hukum bahkan tanggung jawab moral yang berhubungan dengan dugaan skandal yang mengrogoti keluarganya saat ini. 

"Kami harap Wali Kota Bima atau H. Qurais selaku ketua Partai Demokrat di Kota Bima bisa menyelesaikan beberapa persoalan yang muncul akhir-akhir ini agar terkesan turun dari kekuasaan tanpa ada bekas masalah dan dikenang sebagai Bapak Kota Bima yang bertanggung jawab yang mungkin nanti akan menjadi wakil rakyat di Senayan," tutup pemuda kelahiran Desa Lido, Kecamatan Belo yang pernah mengenyam pendidikan di SMPN 2 Kota Bima itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item