Dansatgas: Per 16 Agustus 486 Meninggal Dunia, Rekonstruksi Diperkirakan Dua Tahun

Bangunan yang runtuh akibat bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018 lalu. GOOGLE/www.detik.com
KABUPATEN LOMBOK UTARA - Dansatgas Penanggulangan Gempa Lombok, Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, data korban dan kerugian akibat gempa bumi lombok sampai dengan tanggal 16 Agustus 2018 pukul 15:00 WITA bahwa kerugian personel dari tragedi ini sementara jumla yang meninggal dunia ada 486 orang.

"Untuk perinciannya yang meninggal dunia. di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ada 409 orang Kabupaten Lombok Barat ada 39 orang, di Kota Mataram ada 9 orang, di Kabupaten Lombok Tengah ada 2 orang dan di Kabupaten Lombok Timur ada 27 orang. Sementara yang luka-luka ada senbanyak 1.413 orang," sebut Dansatgas yang juga Danrem 162/Wirabakti itu, dalam rilisnya, Kamis (16/8/2018) malam. 

Rizal mengatakan, data korban luka diperoleh dari Posko Penanggulangan Bencana. Demikian pula dengan data kerugian materil yang mencakup kerusakan rumah dan fasilitas umum sebanyak 71.937 dengan perincian sebagai berikut.
  1. Kabupaten Lombok Utara: 24.989 unit
  2. Kabupaten Lombok Barat: 25.540 unit
  3. Kota Mataram: 754 unit
  4. Kabupaten Lombok Tengah: 4.767 unit
  5. Kabupaten Lombok Timur: 25.540 unit
Ia menambahkan, untuk keberadaan pengungsi ada sebanyak 417.529 orang. Pengungsi laki-laku sebanyak 187.889 jiwa dam yang perempuan 229.640 jiwa yang tersebar:
  1. Kabupaten Lombok Utara: 178.122 orang (80.155 laki-laki, 97.967 perempuan)
  2. Kabupaten Lombok Barat: 116.453 orang (52.404 laki-laki, 64.049 perempuan)
  3. Kota Mataram: 18.894 orang (8.503 laki-laki, 10.391 perempuan)
  4. Kabupaten Lombok Tengah: Nihil
  5. Kabupaten Lombok Timur: 104.060 orang (46.827 laki-laki, 57.233 perempuan)
Baca juga: Tim Tanggap Darurat Temukan Sesar Gempa Lombok dan Ini Rekomendasi dari Badan Geologi

Dansatgas menambahkan, scara umum pengungsi  di lapangan atau pada lahan terbuka mendirikan tenda bantuan dari BNPB, TNI, Polri, Kemensos, Kementerian PU Pera, Pemda, NGO dan lainnya. Dari Satgas masih tetap melakukan pendataan pengungsi. 

"Pendataan bisa dilakukan saat pengungsi kembali ke tenda penampungan yang rata-rata pada waktu sore atau malam hari. Sedangkan potensi bertambahnya jumlah kerugian personel dan materil akan masih akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data dampak kerusakan yang masuk ke Posko," tuturnya. 

Saat ini, jumlah korban jiwa masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Dompu, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Kabarnya, diduga ada 4 orang tertimbun longsor. Proses evakuasi juga masih dilakukan di Dusun Busur Timur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang diduga masih ada satu orang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Semenatara, beberapa laporan dari masyarakat masih di cross check dan akan ditindaklanjuti. Karena itu, potensi jumlah korban jiwa masih bisa bertambah itu terjadi," tandasnya. 

Ia mengatakan, pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancar dan merata. Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah.

Selain itu, kata Danrem, BNPB akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Pembangunan kembali akan dilakukan di 5 sektor yaitu sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor. 

"Tentu memerlukan triliunan rupiah. Tidak mungkin semuanya dibebankan pada pemerintah daerah. Sebagian besar pendanaan berasal dari pemerintah pusat. Bantuan dari dunia usaha dan masyarakat sangat diperlukan untuk pemulihan ini," ujarnya.

"Proses rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan akan dilakukan selama dua tahun akibat gempa bumi yang terjadi di Lombok," tambah Rizal menutup keterengan persnya. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item