Diungkap Warga Dusun Gol Metana, Ada Dua Mayat yang Belum Dievakuasi


Pada reruntuhan bangunan yang ada di Dusun Gol Medana, KLU menurut pengakuan warga, masih terdapat dua mayat yang belum dievakuasi, Rabu, 15 Agustus 2018. FACEBOOK/Fahru Rizki.
KABUPATEN LOMBOK UTARA - Bencana yang sudah lebih dari seminggu melanda Kabupaten Lombok Utara, ternyata masih menyisahkan duka lara untuk warga di Dusun Gol Tanjung, Kecamatan Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 15 Agustus 2018 dini hari ini.

Fahru Rizki, seorang relawan asal Kota Bima yang berangkat dari Kota Bima ke KLU dengan menggunakan sepeda motor mengaku sudah 8 hari di daerah pengungsian warga korban gempa lombok. Saat Relawan Gerak Bareng Community, dini hari ini saat menunggu kabar bantuan tenda dari Kapal KRI Teluk Parigi.


Ia bersama rekan-rekannya mengunjungi pengungsian yang ada di Dusun Gol Tanjung, Kecamatan Pemenang Bara, KLU. Kabar yang didapatnya bahwa di Dusun Gol Tanjung ada pemukiman warga asal Bima yang sudah lama menetap di sana. 

"Sambil menunggu bantuan dari Kapal KRI Teluk Parigi. Kami yang tergabung di   Relawan Gerak Bareng Community mendatangi salah satu dusun yang masih belum terjamah oleh bantuan di salah satu dusun yang ada di Kecamatan Pemenang Barat, KLU," ungkap Fahru kepada Metromini. 

Kehidupan warga di penampungan yang ada di Kecamatan Pamenang Barat, KLU, Rabu, 15 Agustus 2018 dini hari. FACEBOOK/Fahru Rizki
Ia melanjutkan, di tengah kegelapan yang melanda Dusun Gol Tanjung, ia mendengarkan cerita dari beberapa orang warga yang mencoba bertahan hidup pasca gempa bumi yang terjadi, Minggu (5/8/2018) lalu. 

Cerita seorang warga yang bernama Suhairi dari Dusun Gol Medana mengatakan, pada hari Senin (6/8/2018) atau sehari gempa bumi yang terjadi, ia merasakan suasana yang bagaikan kiamat di tengah banyaknya bangunan yang roboh dan kehidupan di dusun yang porak-poranda akibat benca ini. 

Kata Suhairi, sambung Fahru, di Gol Medana selain masih sangat minimnya bantuan seperti terpal dan kendala air bersih, pada reruntuhan bangunan masih ada dua mayat yang tertimbun dan belum di evakuasi.

"Di Dusun Gol Medana, masih ada dua orang mayat yang belum dievakuasi pasca gempa bumi yang terjadi di hari Minggu pekan lalu itu," terang Fahru setelah mengutip keterangan Suhari warga setempat.

Kata Fahru, banyak kisah heroik yang diceritakan warga di Dusun Gol Tanjung, Dusun Gol Medana bahkan di Dusun Menggala, Kecamatan Pamenang, KLU. Di saat sehari setelah gempa terjadi. warga berjuang dengan segenap upayanya untuk bisa bertahan hidup di tengah semua pangan yang tertimbun reruntuhan serta sulitnya air bersih untuk dikonsumsi. 

"Keadaan yang miris di Dusun Menggala dengan melihat keberadaan ibu menyusui dan bayinya yang saat ini hidup di penampungan dan dalam keadaan belum mendapatkan bantuan yang layak saat ini," tutur dia.

Relawan Gerak Bareng Community, memberikan bantuan kepada warga yang ada di Dusun Gol Tanjung, Gol Metana dan Dusun Menggala, KLU, Rabu, 15 Agustus 2018. FACEBOOK/Fahru Rizki.
Dan setelah Relawan Gerak Bareng Community menyususri beberapa dusun yang ada dii Kecamatan Pamenang itu, walau warga di sana makan dengan apa adanya untuk bertahan hidup. Alhamdulillah, kata dia, dari berbagai donasi yang diterima komunitasnya, semua terpal walaupun dengan harga yang mahal sudah disalurkan untuk warga yang saat ini kondisinya sangat membutuhkan sentuhan langsung dari pemerintah saat ini. 

"Dan yang terpenting adalah proses evakuasi dua mayat warga yang masih tertimbun reruntuhan timbunan saat ini agar bisa untuk segera dikebumikan berhubung dengan kewajiban kita untuk mengebumikan secara layak jika ada saudara muslim kita yang meninggal dunia," pungkas Fahru, pemuda Kota Bima yang dikenal juga banyak menguasai tentang literasi sejarah dan peradaban masyarakat Bima di masa lampau itu. 

"Ya. sungguh kerja kemanusiaan tidak boleh merasa lelah ataupun letih. Sebab, kondisi yang sama yang pernah kita alami di Kota Bima saat banjir bandang melanda. Berbagai penjuru yang datang membantu. Dan kesempatan inilah bagi kita untuk membalas jasa warga Indonesia yang hadir saat duka banjir bandang melanda Kota Bima di akhir tahun 2016 lalu," ungkap Ihsan Iskandar alias Bima Mbojo, seorang relawan lainnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item