Hingga 03:24 WITA, 82 Warga Tewas di 5 Kabupaten/Kota se Pulau Lombok Akibat Gempa 7 SR

Kondisi pasien di halaman RSUP Mataram, semalam. METROMINI/Dok
MATARAM – Gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Balo, Lombok dan Sumbawa. Minggu (5/8/2018) malam,sekitar pukul 19.46.35 WITA.‎ BMKG merilis, pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dan gempa semalam. cukup dahsyat dari gempa yang terjadi pada hari Minggu (29/7/2018) yang berkekuatan 6,4 skala richter dan menewaskan belasan warga di Pulau Lombok. 

"Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 5 Agustus 2018, pukul 18:46:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi utama berada pada koordinat 8,37° LS dan 116,48° BT, dengan magnitudo 7,0 SR pada kedalaman 15 Km, berjarak 27 Km timur laut Lombok Utara.‎," rilis BMKG tak lama setelah gempa yang berdurasi 28 detik itu.


Akibat gempa bumi itu, warga menjadi panik dan terpaksa keluar rumah untuk mengantisipasi adanya gempa susulan yang lebih besar. Warga yang berhamburan terpantau di Pulau Bali, Lombok dan juga di Pulau Sumbawa. Keadaan semakin mengkuatirkan warga, setelah gempa kali ini disertai dengan pemadaman listrik yang cukup lama dan di beberapa daerah seperti di Lombok Timur hujan turun dengan lebatnya mengguyur sejumlah wilayah di sana.‎
BMKG mencabut peringatan tsunami dini pasca hempa 7 Skla Richter terjadi senalam. METROMINI/Dok
Kepanikan yang luar bisa dirasakan masyarakat di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dan terutama bagi warga yang ada di Pulau Lombok. Rizal, warga di Kota Mataram mengaku, hingga dini hari masih merasakan gempa susulan dan warga tak ada yang berani masuk di rumahnya masing-masing dan terpaksa mengungsi di tempat yang lapang dan jauh dari pepohonan.

"Kami masih merasakan gempa susulan yang terus terjadi di Selaparang, Mataram. Kami memilih untuk tidur di lapangan, karena kuatir adanya gempa susulan yang lebih besar lagi," ucap Rizal, Pimpinan STIKES Mataram itu, dini hari tadi. 

Bangunan pun banyak rusak dalam tragedi gempa kali ini. Terpantau, sejumlah gedung pembelanjaan di Bali dan Lombok bahkan Kantor Gubernur NTB mengalami kerusakan. Kepanikan terjadi di mana-mana di tengah suasanan gelap yang belum bisa diidentifikasi kerusakan dan kondisi korban semalam. 

Kondisi warga yang panik di Bandara Internasional Lombok, semalam. METROMINI/Dok
Sementara itu, informasi yang dihimpun Metromini. Kondisi di Bandara Internasional Lombok (BIL), dampak gempa tidak memperngaruhi jadwal dan kegaitan penerbangan di sana. Demikitan pula dengan kondisi di Bandara, Ngurah Rai, di Bali, pesawat diberangkatkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. 

Pihak BPBD Provinsi NTB mengaku, hingga pukul 03:24 WITA, Selasa, 6 Agustus 2018, tercatat ada 82 orang yang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya yang mengalami luka-luka akibat bencana gempa bumi 7 SR semalam, Ribuan rumah dalam keadaan rusak ringan, sedang dan berta. Ada ribuan pengungsi saat ini akibat gempa bumi semalam.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi NTB, Agung Pramuja mengungkapakan, sesaat gempa terjadi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, tsunami yang terjadi hanya kenaikan air laut kisaran 10-13 cm saja pada beberapa titik saja. Namun, peringatan tsunami ini cukup mempengaruhi kepanikan warga hingga warga banyak yang mengungsi ke daerah yang lebih tinggi,

"Selanjutnya, peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi 7.0 SR, dinyatakan berakhir beberapa jam kemudian dan dicabut kembali oleh BMKG. Informasi dicabutnya status tsunami sedikit memberikan ketenangan bagi warga walaupun keadaan gempa susulan berskala kecil masih terjadi hingga dini hari tadi," tandas dia. 

Ia mengatakan, dari data yang telah dihimpun. Sementara korban meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018 sampai dengan pukul 03:24 WITA ada 82 orang dengan rincian sebagai berikut:

Data korban tewas akibat gempa bumi 7 SR semalam, di Pulau Lombok. METROMINI/Dok
Kabupaten Lombok Utara:
1. Desa Gondang, Kecamatan Gangga, 9 orang meninggal dunia.
2. Desa Sesait, 5 orang meninggal dunia.
3. Desa Santong Pansor Daya, Kecamatan Kayangan 18 orang meninggal dunia.
4. Desa Daiang, Kecamatan Kayangan, 10 orang meninggal dunia.
5. Desa Pemenang, Kecamatan Pemenang, 1 orang meninggal dunia.
6. Gili Air, 1 orang meninggal dunia.
7. Desa Gumantar, 18 orang meninggal dunia.
8. Desa Lengkuku, 2 orang meninggal dunia
9. Desa Lande, 1 orang meninggal dunia
Jumlah yang meninggal dunia ada 65 orang.

Kabupaten Lombok Barat
1. Desa Gunung Sari, 7 orang meninggal dunia.
2. Kediri, 1 orang meninggal dunia.
3. Gerung, 1 orang meninggal dunia
umlah yang meninggal dunia ada 9 orang.

Kabupaten Lombok Tengah
1. Desa Pengadang, 1 orang meninggal dunia.
2. Desa Air Berik, Kecamatan Batukliang, 1 orang meninggal dunia.
Jumlah yang meninggal dunia ada 2 orang.

Kabupaten Lombok Timur
1. Pongading, 1 orang meninggal dunia.
2. Desa Pringgajurang, 1 orang meninggal dunia.
Jumlah yang meninggal dunia ada 2 orang.

Kota Mataram
1. Kelurahan Ampenan, 2 orang meninggal dunia.
2. Pajang, 2 orang meninggal dunia.
Jumlah yang meninggal dunia ada 4 orang.

TGB Liburkan Semua Sekolah di Pulau Lombok Hari ini

Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Zainul Majdi. GOOGLE/www.lombokita.com
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Zainul Majdi mengajak masyaratakat tetap berdoa agar tidak terjadi gempa susulan. "Kami sudah berkordinasi dengan semua pihak terkait, baik itu di pusat maupun instansi lainnya terkait musibah gempa yang malam ini menimpa NTB, dan terparah di Lombok Utara dan Lombok Timur ini,” jelasnya, dikutip dari salah satu media online. 

Kata TGB, seperti yang sudah disampaikan oleh BMKG, agar seluruh warga di wilayah terdampak tidak panik. Kepada korban luka, juga kami sudah menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengerahkan semua personilnya untuk menyelamatkan korban yang terluka.

TGB juga menginstruksikan agar semua sekolah di Lombok Utara, Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk diliburkan hari ini (Senin, 6 Agustus 2018) sambil mengecek keamanan bangunan sekolah.

“Saya juga instruksikan semua tenaga kesehatan di Pulau Lombok untuk masuk kerja. Pegawai Kesehatan diharapkan memastikan pelayanan diberikan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Sementara itu, semua perangkat BPBD, Pemda NTB bersama TNI dan Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat lain agar bisa bekerja mulai malam ini untuk menjangkau daerah yang diperkirakan paling terdampak yaitu di Lombok Utara dan Lombok Timur," sahut Gubernur dua periode itu, semalam.

Diakuinya, pasca gempa yang terjadi, listrik terganggu di beberapa lokasi, Kondisi ini sedang diupayakan normal kembali. Demikian pula dengan jaringan seluler yang terputus di beberapa tempat sedang diperbaiku. 

“Sekali lagi, kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, Dan atas benacana ini, kami akan memberikan pelayanan pengungsian yang layak bagi para korban yang rumah tinggalnya hancur maupun rusak," janji TGB, semalam.

"Demikian juga dengan pelayanan kedaruratan lain-lain agar bisa menunjang penghidupan yang latak pasca gempa hingga pemulihan keadaan menjadi stabil kembali nantinya. Nantinya, ada dari TNI dan Polri yang juga memberikan bantuan tenda kepada warga,” tambah alumni Universitas Al Azhar, Kairo itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item