Panglima dan Kapolri Tiba di KLU, "Tercatat Sementara Pengungsi 270.168 dan yang Mati 381 Orang"


Satgas TNI bantu evakuasi korban gempa bumi di Masjid Jabal Nur, Kabupaten Lombok Utara. GOOGLE/www.viva.co,id
LOMBOK UTARA - Dalam siaran pers Tentara Negara Indonesia (TNI) melalui akun facebook Kodim Bima, data ter-update terhitugn gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok sampai dengan hari Rabu, 8 Agustus 2018 sampat dengan jam 15:00 WITA. Tercatat bahwa warga korban bencana gempa bumi yang meninggal ada 381 orang.

"Warga yang meninggal di Lombok Barat ada 21 orang, di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 347 orang, di Kota Mataram ada 5 orang, di Loteng ada 2 orang dan terakhir di Lombok Timur ada sebanyak 6 orang," tulis akun Kodim Bima, sore tadi.

Kodim Bima pun merilis, warga yang mengalami luka-luka baik luka berat, ringan dan sedang ada sebanyak 1.033 orang. Sementara data kerugian materil rumah sebanyak 22.721 unit. Kodim Bima merinci, rumah yang rusak berat ada 9.220 unit, yang rusak sedang ada 723 unit dan yang rusak ringan ada 12.778 unit.

Kodim Bima menambahkan, jumlah warga yang mengungsi akibat rumahnya yang rusak karena bencana gempa bumi ini sebanyak 270.168 orang. Yang terbanyak adalah di Lombok Utara yaitu 158.880 orang, disusul di Lombok barat ada 68.946 orang. 

"Sementara di Kota Mataram ada 12.769 orang, di Lombk Timur ada 29.573 orang, sementara di Lombok Tengah datanya belum masuk," tulis dia.

anglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP bersama dengan bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian hadir di Posko Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB. METROMINI/Dok
Sementara itu, Rabu, 8 Agustus 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP bersama dengan bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian hadir di Posko Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Kehadiran dua petinggi keamanan negeri itu mendapat perhatian banyak media. Usai meninjau Posko Kesehatan dan Posko Psikologi Sosial di Lapangan Tanjung, KLU, Panglima TNI menyampaikan kedatangannya bersama Kapolri dan Menteri Kesehatan setelah mendengarkan laporan dari Dansatgas penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi yaitu Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han bahwa di enam kecamatan yang ada di KLU sangat membutuhkan Air bersih, MCK dan Tenda.

"Atas aporan dari Dansatgas penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi itulah kami langsung datang ke Kabupaten Lombok Utara dan mendengar langsung keluhan dari warga yang menjadi korban gempa bumi ini," ucap Panglima Hadi di hadapan awak media. 

Dia mengaku, pihaknya akan segera mengirim ratusan tenda yang sebagian sudah berada di Pulau Lombok dan sebagian lagi masih ada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Terkait dengan kebutuhan air, Batayon Zeni Konstruksi (Yonzikon) akan membantu memperbaiki instalasi air bersih termasuk juga akan ada bantuan tangki-tangki air bersih yang akan dibelar di enam Kecamatan tersebut bagi warga yang membutuhkan." jelasnya.

"Sementara untuk MCK ada Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) yang akan segera membangun di tempat-tempat yang dibutuhkan," tambah Panglima.

Ditegaskannya, pada prinsipnya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat akan segera ditindaklanjuti termasuk wilayah yang sulit dijangkau nanti akan dikirimkan Helly untuk melaksanakan evakuasi korban untuk dibawa ke KRI Soeharso ataupun Rumah Sakit Umum Daerah dan Provinsi.

"Di tiap-tiap kecamatan sudah ada para petugas dan jaringan komunikasi juga sudah terintegrasi dengan baik oleh satuan perhubungan. Tinggal melaksanakannya saja," ujar Panglima. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolri Tito menyampaikan, berdasarkan hasil rapat dengan menunjuk Danrem 162/WB sebagai Dansatgas Penanggulangan Bencana alam. Karena itu semua pihak baik dari Polri, Pemda, BNPB dan lain-lain harus ada pada satu Komando Dansatgas.

"Pemerintah pusat akan memback up apapun yang diminta Satgas dan khususnya Polri akan memberikan apapun yang diperlukan baik pasukan maupun pelayan kesehatan," tutur Kapolri.

Korban gempa bumi yang mengambil barang sisa reruntuhan di Kabupaten Lombok Utara. GOOGLE/Image
Di samping itu, dilansir dari www.viva.co.id dikabarkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan dana sejumlah Rp3,1 miliar untuk korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan itu rencananya akan diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Muhamad Iriawan yang juga mantan Kapolda NTB yang berangkat menuju lokasi gempa, Rabu, 8 Agustus 2018 malam ini.

Iriawan menjelaskan, untuk penyerahan bantuan itu, pihaknya sudah berkoodinasi dengan Gubernur NTB Dr. H. Zainul Majdi MA atau akrab disaba Tuan Guru Bajang (TGB)..

"Sudah kontak dengan Gubernur di sana, kita akan memberikan bantuan dari provinsi dan rakyat Jawa Barat. Kurang lebih Rp3,1 miliar," ujar Iriawan di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Rabu, 8 Agustus 2018. (RED | WWW.VIVA.CO.ID)



Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item