Saling Bacok di Rai Oi, Seorang Meninggal dan Seorang Kritis, "Sape Tegang Malam ini"

Sahlan, warga asal Desa Rai Oi yang tewas setelah terlibat perkelahian dengan seorang warga asal Warga Kampo Kore, Desa Nata, Kecamatan Sape, Rabu, 22 Agustus 2018 malam. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA  -  Lagi, suasana berdarah mewarnai Hari Raya Idul Adha 1439 H di Kabupaten Bima. Sebelumnya, sore tadi terjadi pembunuhan di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Sekitar ba'da maghrib atau pukul 19:30 WITA, tiga orang terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Rabu, 22 Agustus 2018.


Informasi yang dihimpun Metromini, masalah ini berawal dari hilangx HP (telepon genggam) milik Rasdianti kelas 12 SMA. Rasidianti merupakan anak dari pelaku pembacokan. Hari adalah warga Dusun Kore, Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Seorang warga Sape, Heriman menceritakan, berawal dari hilangnya HP milik Rasdianti yang berkunjung dan bermain ke rumah temannya di Desa Rai O. Sebenarnya, kejadian kehilangan ini sudah hampir satu tahun dan baru ditemukan tadi.

"Siang hari tadi, Rasdianti pergi ke desa Rai Oi untuk mencari tahu keberadaan HP tersebut. Keberangkatannya untuk mencari HP tersebut membuahkan hasil. Sore harinya, Rasdianti menelpon bapaknya yang bernama Hari, Setelah magrib Hari pergi ke Desa Rai Oi untuk mencari tau kebenaran atas kabar dari anaknya itu," cerita Heri, malam ini.

Lanjut Heri, sesampai di Desa Rai Oi, tiba-tiba Hari dihadang oleh dua orang pemuda yang bernama Sahlan alias Miski dan temannya yang bernama Suherman alias Afrinto, 26.

"Sehingga terjadilah perkelahian anatara dua kubu ang menyebabkan  Sahlan meregang nyawa dan Afrinto mengalami luka di bagian bahu dan pergelangan tangannya. TKP kejadiannya, di Dusun Wera, Desa Rai Oi," ucapnya.

Di sisi lain, pejabat di RSUD Bima, Nur membenarkan ada dua pemuda Rai Oi yang dibawa ke RSUD Bima.

"Dua korban tersebut adalah yang meninggal bernama Sahlan dan yang dirawat bernama Suherman. Keduanya berasal dari Desa Rai Oi," ungkap Nur

Sementara itu, Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra membenarkan adanya kejadian berdarah di Kecamatan Sape. Kata Bambang, dua warga yang terlibat perkelahian adalah warga Desa Rai Oi, Kecamatan Sape dengan seorang warga asal Dusun Kore Desa Naru, .

"Dari perkelahian tersebut. seorang warga meninggal dunia. Dan seorang lagi mengalami luka yang cukup serius, Keduanya berasal dari Desa Rai oi. Untuk pelaku dari Dusun Kore, Desa Naru. Untuk jumlah pelaku masih diidentifikasi," ucap Dandim, malam ini.

Warga Desa Rai Oi, Kecamatan Sape kondisinya kritis setelah perkelahian di desanya, Rabu, 22 Agustus 2018 malam. METROMINI/Dok
Dandim menjelaskan, pasca kejadian pertikaian antara warga tersebut. Ada ketegangan yang muncul dari dua kubu atau keluarga yang bertikai di Desa Rai Oi dengan pelaku asal Dusun Kore, Desa Naru. Saat ini, ia mencoba untuk menenangkan massa bersama pihak Kepolisian yang sudah stand by di Desa Rai Oi.

Ia berharap, warga di Kecamatan Sape khususnya di Desa Rai Oi tidak lagi memperpanjang masalah dan menyerahkan persoalan yang terjadi pada proses hukum yang berlaku, Pertikaian antara warga hanya akan merugikan kedua belah pihak.

"Harapannya sesama warga serumpun satu adat dan budaya. Sama-sama bisa saling bersabar dan tidak memicu konflik tambahan dan menyimpan benih dendam yang nantinya akan meletup kembali sewaktu-waktu," tandas Bambang. 

Dia mengaku, pihaknya bersama jajaran anggota Polri akan terus memantau perkembangan di Sape. Ia berharap warga tidak lagi berkonsentrasi dan berkumpul untuk saling menyakiti. 

"Kami himbau warga agar bisa menahan diri dan kembali ke rumahnya masing-masing, Dan situasi saat ini masih bisa kami kendalikan," ucap Dandim.

Di sisi lain, pihak Polres Bima Kota masih dikonfirmasi lanjut terkait pemberitaan ini. (RED)

_____________
*) Berita ini mengalami perubahan redaksi dari postingan sebelumnya.

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item