Gaji Tukang Proyek Gang di Piong Belum Lunas Dibayar, "Bendahara Janjikan Setelah Pupuknya Terjual"

Proyek pembangunan gang di Dusun Sagolo, Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima yang dikerjakan beberapa waktu yang lalu dan kini sudah selesai dikerjakan namun masih menyisahkan tunggakan pembayaran gaji tukang dan buruh. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Kegiatan pembangunan sarana prasarana lingkungan dalam bentuk pembangunan gang yang terletak di RT. 04/03, Dusun Sagolo, Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima yang dialokasikan melalui APBDes Piong Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp126.000.000. Pasalnya, di tengah uang proyek sudah habis dicairkan, ternyata masih menyisahkan tunggakan pembayaran untuk gaji para pakerja proyek tersebut. 

Salah seorang tukang, Syafrudin mengaku, pihaknya mempertanyakan sisa sisa uang proyek pembangunan gang tersebut. Menurutnya, gaji tukang dan buruh dari proyek tersebut belum dibayar lunas oleh pihak Pemerintah Desa Piong. 

"Pekerja dan pihak Pemdes Piong sepakat untuk pekerjaan itu dilakukan dengan cara borongan dengan nilai pekerjaan Rp15 juta," jelas dia, Senin, 24 September 2018, 

Syafrudin mengaku,  pihaknya hingga saat ini baru menerima sebesar Rp9 juta dan pekerjaan itu pun sudah selesai dilaksanakan. Namun, pihak Pemdes belum memberikakan sisa uang borongan tersebut.

"Pekerjaan proyek sudah selesai dilaksanakan. Dan hingga saat ini pihak Pemdes baru bayar ke kami melalui bendahara desa sebesar Rp9 juta. Masih ada sisa Rp6 juta lagi," keluhnya. 

Diakuinya, ia bersama enam orang kuli pernah mendatangi rumah bendahara desa untuk menagih sisa uang tersebut. Namun, tidak langsung direspon baik oleh bendahara desa. Dan anehnya, pengakuan bendahara pembayaran sisa uang tersebut, setelah pupuk miliknya laku terjual.

Sementara itu, sambung dia, karena gaji buruh belum dilunasi, para buruh menyita molen atau alat aduk semen yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. 

"Pengakuan bendahara, sisa  gaji akan dibayar lunas setelah pupuk miliknya terjual semua. Dan saat ini, sebagai jaminan pembayaran sisa uang tersebut, molen sudah disita para buruh sambil menunggu pelunasan uang tersebut," ungkapnya. 

Di sisi lain, Kepala Desa dan Bendahara Desa Piong yang dihubungi, tidak  menanggapi konfirmasi yang diupayakan Metromini untuk keberimbangan pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item