Perubahan Nama Bandar Udara Internasional di NTB, "Dari BIL atau LIA Diganti ZAMIA"



 Lombok Internasional  Airport (LIA) yang sekarang bernama Zainuddin Abdul Madjid Internasional Airport (ZAMIA) di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. METROMINI/Dok
KABUPATEN LOMBOK TENGAH - Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) atau Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi, MA mengatakan Menteri Perhubungan Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan untuk perubahan nama Lombok Internasional Airport (LIA) dengan kode LOP menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid atau Zainuddin Abdul Madjid Internasional Airport (ZAMIA)

Indormasi yang dihimpun, sejak bandar udara bertaraf internasional ini beroperasi, ada beberapa nama yang biasa disebutkan untuk badara ini. Mulai dari BIL (Bandar Udara Internasional Lombok) yang jika dalam bahasa internasional atau bahasa inggris dikenal dengan tulisan Lombok Internasional Airport (LIA). 

Sekarang, Bandar Udara Internasional Lombok (LIA) atau BIL tersebut sudah diganti namanya dengan nama Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang dalam sungkatan bahasa inggrisnya disebut ZAMIA (Zainuddin Abdul Madjid Internasional Airport).

Perubahan nama bandar udara yang berada di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sudah mendapat persetujuan Menteri Perhubungan RI melalui SK Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018, yang diterbitkan Rabu, 5 September 2018. 

SK Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018 yang menetapkan perubahan nama dari Bandar Udara Internasional  Lombok (disingkat LIA dalam bahasa Inggirs) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. (disingkat ZAMIA dalam bahasa inggrisnya). METROMINI/Dok
Dalam SK tersebut menerangkan bahwa penetapan nama tersebut berdasarkan kesepakatan bersama seperti yang tercantum di huruf a pada isi surat itu. Kemudian pada item (b) dijelaskan bahwa dari kesepakatan dan keputusan tersebut maka perlu untuk mengubah nama dari Bandar Udara Internasional Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. 

Melalui akun twitter miliknya, Gubernur NTB, TGB mengatakan, nama BIL untuk Bandar Udara Internasional di Kabupaten Lombok Tengah kini terlah diubah namanya menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Perubahan nama ini sebagai penghargaan pemerintah kepada pahlawan nasional yang ada di daerah tersebut.

"Ini sebagai penghargaan pemerintah kepada para pahlawan nasional, menamakan bandara dengan nama pahlawan nasional dari daerah tersebut," kicau TGB, Kamis, 5 September 2018. 

Diketahui juga, dalam rangka menetapkan nama Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid telah didapatkan persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur, Majelis Adat Sasak serta keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional, 

Perubahan nama bandara internasional ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada pahlawan nasional asal Lombok yakni TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang tak lain adalah kakek dari TGB, Gubernur NTB dua periode yang akan berakhir masa jabatannya di tanggal 17 September 2018 mendatang.

Kutipan pernyataan TGB dalam akun twitter miliknya. METROMINI/Dok

Perubahan nama menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid atau ZAMIA disambut suka cita oleh tokoh di NTB yang salah satunya Bupati Lombok Timur terpilih H. M. Sukiman Azmy. 

Menurut Bupati, pergantian nama ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa pahlawannya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan sekaligus juga memberikan nama bandara dengan nama beliau (Zainuddin Abdul Majid Internasional Airport (ZAMIA), red.),” katanya, Kamis (06/09/2018), dikutip dari kabarlombok.com.

Menurut Sukiman, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memberi penghargaan kepada Ulama Kharismatik pendiri organisasi terbesar di NTB yaitu NW (Nahdlatul Wathan).

“Karena jasa-jasa beliaulah maka NTB menjadi sekarang ini yaitu berubah dari gelap gulita dengan ilmu menjadi terang benderang seperti sekarang ini. Pembinaan sumberdaya manusia melalui pendidikan, dakwah dan sosial yan telah beliau teladankan itu hendaknya kita tingkatkan," ujarnya.

"Kita tidak bisa bayangkan jika Beliau tidak hadir pada masanya dan atau tidak berbuat sebagaimana yang Beliau lakukan, tentu NTB tidak seperti saat ini,” tegas Bupati menambahkan. (RED | WWW.KABARLOMBOK.COM)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item