LGBT dan Abad Punahnya Generasi

Ilustrasi. GOOGLE/Image
Oleh : Khairunnisa'  

OPINI - LGBT merupakan salah satu masalah sosial yang semakin eksis dikalangan generasi muda. Kehadirannyapun sangat diperhitungkan terutama dampak negatif bagi kehidupan. Baik individu, masyarakat maupun negara. kampanye LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) melalui agenda-agenda besar yang diselenggarakan di tengah-tengah masyarakat, di kampus-kampus cukup menarik perhatian generasi muda.

Komunitas-komunitas dibuat untuk menjaring peminat baik didunia nyata maupun dunia maya. Gambar-gambar atau simbol-simbol yang menunjukan keberadaan mereka mewarnai jagad maya. Komunitas-komunitas mereka kian membesar dengan jumlah anggota yang fantastik terutama pelajar dan mahasiswa. 

Seiring dengan adanya ruang kebebasan yang diberikan pada mereka atas nama HAM dan kebebasan. Satu sisi dari pihak lain tentu ada penolakan. Dengan alasan yang sama, bahwa eksistensi tindakan abnormal tersebut dapat menyebabkan punah dan rusaknya manusia.

Salah satu bentuk penolakan yang dilakukan mahasiswi Bima di perempatan pasar Raya Kota Bima terkait kontes mister dan miss gay yang rencananya diselenggarakan Bali. Novi sebagai kordinator massa aksi menyampaikan bahwa kontes itu tidak boleh dilakukan bagaimanapun bentuk acaranya. Kontes tersebut pada awalnya memang direncanakan pelaksanaannya pada bulan Oktober 2018 lalu. Karena khawatir ada konflik horizontal dan penolakan berbagai pihak terutama MUI Bali, maka acaranyapun dibatalkan.



Ilustrasi. GOOGLE/Image
Dari pihak penyelenggara acara menyatakan meski acara dibatalkan maka akan dicari tempat lain agar tetap jalan tanpa hambatan. Sebab perhelatan tersebut merupakan puncak grandfinal yang mendatangkan 80 kandidat dari 40 kabupaten/Kota seluruh indonesia. Dari NTB 12 orang termasuk Bima.

Condoman merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mengkampanyekan safe seks di Hotspot Bar di Bali. 70.000 kondom didistribusikan yang dapat menjangkau lebih 10.000 orang selama seminggu.

Catatan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) akhir 2017 menyatakan bahwa LGBT dan kekerasan seksual menjadi masalah nomor dua. Sementara masalah pertama adalah keluarga. Memang tak bisa dipungkiri keberadaannya lahir dari personal (individu) hingga membentuk gerakan.

 Paham liberalisme akut yang mencengkeram kawla muda untuk meraih kebebasan yang setinggi-tingginya. Tak peduli seberapa besar bahaya bagi diri dan oranglain. Munculnya HIV aids, pelecehan seksual, resiko putus sekolah 5X lebih besar, hancurnya generasi serta mengundang adzab Allah adalah bahaya yang ditujukan bagi masyarakat dan masa depan generasi.

Bahkan tak ada hukum yang minimal membatasi gerakan ini apalagi melarang. eksistensinya didukung oleh lingkungan, keluarga dan media. Sehingga keberadaan berbagai pihak harus terus mendukung upaya penolakan eksistensi LGBT. Terutama negara sebagai aktor utama yang berperan dalam memberantas LGBT.

Rasul SAW bersabda : "Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum nabi Luth AS (beliau mengucapkan tiga kali)." (HR. An-Nasa'i)

Begitu banyak bencana sebagai pelajaran yang bisa di ambil. Bencana datang sebab penyimpangan yang dilakukan oleh manusia. Begitu banyak bahaya didalamnya yang cukup membuat mata terbelalak. LGBT kaum terlaknat yang mengundang adzab Allah. ***

_____________
*) Penulis adalah Pengajar dan Member AMK Regional Bima

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item