Pasca Disegel Masih "Parah", Janji Kepala SMPN 2 Tambora pun Tak Ditepati


Papan nama SMPN 2 Tambora, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kepala Sekolah SMPN 2 Tambora, Nukman, S.Pd memberikan tanggapan atas penyegelan sekolah yang dilakukan oleh warga. Sebelumnya dikabarkan, warga melakukan penyegelan di depan pintu gerbang SMPN 2 Tambora karena menilai banyak guru yang malas mengajar. Namun, setelah pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima turun ke sekolah dan menggelar pertemuan segitiga dengan Wali Murid dan pihak sekolah. Penyegelan itu pun kembali dibuka.


Menurut Nukman, terkait dengan pemberitaan yang dimuat di Metromini adalah berita bohong atau hoax. Kata dia, dugaan penyalahgunaan dana PIP sebagaimana yang diungkap oleh warga itu tidak benar. Yang jelas, uang hingga saat ini belum dicairkan pihak sekolah yaitu sebesar Rp30 juta bukan disalahgunakan.

"Dana PIP sebesar Rp30 juta yang diberitakan disalahgunakan adalah kabar bohong yang ditulis Metromini. Dan saya akan mempolisikan Wartawan yang menulis berita itu," tegas Nukman melalui pesan WhatsAppnya, beberapa hari yang lalu.

"Hebat kamu ya, saya ini pernah jadi Wartawan selama lima tahun, Berita itu tidak memenuhi unsur both and coverside. Dan saya akan tuntut kalian di Polisi," ancam dia menambahkan. 

Kondisi SMP Negeri 2 Tambora di Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Ia menilai, keterangan sumber berita setelah dia konfirmasi tidak mengakui telah memberikan keterangan sebagaimana yang tertulis dalam pemberitaan tersebut.

"Cou ma tau beritare (siapa yang buat berita itu). Sumber na cou? (Siapa sumbernya?) La Edy Wahyudin wati ngakuna boup re sebagai sumber berita (Si Edy Wahyudin tidak mengakui memberikan keterangan dalam berita barusan saya konfirmsi)," tulis Nukman dalam pesan elektorniknya itu.

Dia pun membantah kalau banyak guru di sekolahnya tidak masuk mengajar setiap hari. Menurutnya, saat ini para guru lagi menghadapi Tes CPNS.

"Tidak benar guru tidak masuk mengajar. Sebab saat ini guru-guru sedang menghadapi ujian CPNS," kilahnya.

Mengenai uang atau Dana PIP, sambung Nukman, saat ini ada masalah data siswa yang belum final. Dan uang tersebut akan diupayakan pencairannya sebelum akhir tahun ini. Kata dia, uang PIP itu mau dibagi rata oleh Wali Murid. Dan yang jelas, sambung dia, saat ini uang PIP masih ditahan atau dipending oleh pihak Bank. Alasan pihak Bank belum lengkap administrasinya.

"Lagian masyarakat mau bagi rata uang PIP itu. Dan yang jelas bukan dinas yang cairkan uang PIP. Yang cairkan adalah pihak Bank. Kondisi uang tersebut masih di pending sekarang," jelas Ketua FGII Bima itu.

Sayangnya, Kasek tak menjelaskan Bank mana yang mempending uang PIP siswa di SMPN 2 Tambora tersebut. Sementara, diberitakan sebelumnya, pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima mengaku bahwa uang PIP siswa telah dicairkan. 


Nukman, S.Pd, Kepala SMPN 2 Tambora di Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Kasek melanjutkan, dirinya berjanji akan membagikan uang tersebut dalam waktu dekat. Kata dia, sesuai dengan surat pernyatan yang dibuatnya di hadapan masyarakat atau Wali Murid, Sabtu (3/11/2018) lalu, ia menegaskan, jika uang itu tidak dibagikan, ia siap mundur dari jabatannya.

"Uang PIP itu tetap akan dibagikan. Saya sudah buat pernyataan sikap di depan para warga, Jika uang itu tidak cair, saya siap mengundurkan diri dari jabatan saya. Dan janji ini sesuai dengan surat pernyataan yang saya tulis di atas meterai enam ribu," jelasnya.

Di sisi lain, Wali Murid Edy Kurniawan menanggapi pernyataan Kepala SMP Negeri 2 Tambora tersebut. Edy mengaku, saat ditelepon oleh Kasek, dirinya memang memberikan keterangan mengenai uang PIP yang diduga disalahgunakan oleh Kasek kepada media.  Saat ditanya Kasek, sambung Edy, dia membenarkan bahwa dia yang mengadukan ke Wartawan terkait dugaan masalah uang PIP yang belum diterima siswa hingga saat ini.

"Saya memang pernah ditelpon oleh Kepala Sekolah. Saat Kepsek tanya soal sumber berita. Saya membenarkan kalau saya yang memberikan keterangan itu ke Wartawan. Saya juga bilang ke Kasek itu, kalau saya lapor ke Wartawan karena melihat orang m*ling seperti anda. Begitu saya kasih tau dia (Nukman, red)," kisah Edy, belum lama ini. 

Pantauan Metromini, dalam pekan ini atau sejak hari Senin (5/11/2018) lalu, menurut keterangan warga, Kepala Sekolah tidak pernah datang sekolah. Sementara, uang PIP yang dijanjikan Kepala Sekolah kepada Wali Murid yang akan dibagikan pada hari Kamis (8/11/2018) lalu pun belum diserahkan sama sekali. 

Dan terlihat, aktivitas siswa yang biasa pulang jam 09:00 WITA atau pagi hari pun masih terjadi di SMPN 2 Tambora. Siswa pulang ke rumah, karena tak ada guru yang datang mengajar. Kondisi ini terancam akan dilakukannya penyegelan kembali sekolah yang akan dilakukan oleh warga se tempat. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item