Penyegelan SMPN 2 Tambora Dibuka, Wali Murid Desak Kepsek Kembalikan Dana PIP

Penyegelan yang dilakukan para Wali Murid sudah dibuka setelah pihak Dinas Dikbudpora turun ke sekolah. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Penyegelan SMPN 2 Tambora di Desa Kawinda To'i, Kecamatan Tambora oleh Wali Murid beberapa hari lalu karena kecewa tidak ada guru yang masuk mengajar. Akhirnya, Minggu (4/11/2018) pagi, penyegelan sekolah sudah dibuka. Seorang Wali Murid, Edy Wahyudin mengaku, penyegelan dibuka setelah pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima langsung ke sekolah. 

"Kemarin hari Sabtu pihak Dinas turun ke SMPN 2 Tambota dan penyegelan pun dibuka. Untung ada pemberitaan di media juga," ucapnya bersama warga Kawinda To'i lainnya saat didatangi Metromini, kemarin.


Dia mengungkapkan, alasan penyegelan sekolah yang dilakukan beberapa waktu lalu sebenarnya ada dua alasan. Selain selama satu seminggu tidak ada akfitas di sekolah karena banyak guru yang membolos, beberapa waktu lalu juga ada kejadian penusukan antara siswa pas di jam sekolah.

"Alasan penyegelan sekolah yang pertama guru-guru tidak ada yang masuk mengajar selama seminggu. Selain itu, ada kejadian penusukan antara siswa karena tidak ada guru yang mengontrol. Setiap hari anak-anak sekolah pulang jam 9 pagi," ucapnya. 

Saat pertemuan dengan pihak Dinas, kata dia, diakui di SMPN 2 Tambora masih banyak kekurangan guru yang berstatus PNS. Dan ada permintaan agar guru ditambahkan sebanyak 3 orang lagi. Selain itu, pihaknya juga menegaskan agar secepatnya Kepala SMPN 2 Tambora diganti. 

"Kapala sekolah harus di ganti. Sebab kinerjanya sangat tidak becus. Dan bila tidak di ganti, jangan harap SMPN 2 Tambora ini bisa maju ke depannya," tegas dia.

Selain itu, ia menambahkan, ada mengeluhkan soan dana batuan PIP yang tidak transparan dilakukan oleh Kepala Sekolah, Terungkap, Dana PIP sudah dicairkan menurut pengakuan pihak dinas yang datang.

"Saat diketahui dana PIP sebesar Rp30 juta sudah dicairkan. Kepala Sekolah yang mengaku di hadapan Wali Murid mengatakan uang itu sudah digunakan untuk urusan proyek," ucap dia. 

Pada pertemuan kemarin itu pun, sambung dia, mobil Kepala Sekolah (Kepsek) sempat disita oleh para Wali Murid untuk jaminan pengembalian Dana PIP.  Dan Kepala Sekolah menyanggupi untuk menggatikan uang PIP sebesar Rp30 juta itu.

"Kunci mobil milik Kepsek sempat disita, Hari Rabu (7/11/2018), Kepsek bejanji menggatikan Dana PIP tersebut," jelasnya.

Dia menegaskan, jika uang itu tidak diganti, maka warga akan kembali menyegel sekolah tersebut. 

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Tambora yang coba ditemui Metromini di tempat penginapannya di Desa Kawinda To'i, tidak ada di tempat. Pengakuan tetangganya Kepala Sekolah sudah balik ke Bima.

Hingga berita ini ditanyangkan, Kepala Sekolah maupun pihak Dinas Dikbudpora masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item