Syamsuriansyah: Bima Bisa Menjadi Destinasi Wisata Dunia. Asalkan....

Syamsuriansyah Sadakah (kanan), intelektual muda asal Kabupaten Bima yangs aat ini menjabat sebagai Direktur Politehnik Medica Farma Husadah Mataram, FACEBOOK/Syamsuriansyah Sadakah
KOTA MATARAM - Intelektual muda asal Kabupaten Bima tepatnya Kecamatan Madapangga yang saat ini menjabat sebagai Direktur Politehnik Medica Farma Husadah Mataram, Syamsuriansyah Sadakah mengatakan seharusnya Daerah Bima (Kota dan Kabupaten Bima) bisa menjadi destinasi wisata dunia.

Dia menjelaskan, sebenarnya turis hampir setiap hari ada di Bima. Namun, potensi kehadiran wisatawan mancanegara tidak dijemput secara maksimal dengan menyiapkan destinasi wisata yang bisa membuat para mancanegara betah di Bima dan tidak hanya menjadi daerah transit saja. 

"Bima harusnya bisa menjadi pusat destinasi wisata dunia, mengapa tidak? Hampir setiap hari para pelancong dari berbagai negara melewati daerah ini. Sudah saatnya, jangan jadikan Bima sebagai transit para pelancong atau wisatawan mancanegara yang hendak ke Labuhan Bajo dan ke Pulau Komodo, NTT," tulis dia dalam status Facebooknya, Jum'ar (2/11/2018) pagi ini. 

Ia mengatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah kemauan kuat dari Pemerintah Daerah dalam membangun sektor pariwisata agar lebih serius lagi. Bentuknya dengan pengalokasian anggaran yang tepat sasaran dalam pengembangan kawasan wisata yang bisa mengundang daya tarik dunia dan juga memperbaiki fasilitas dan inrastruktur di bidang pariwisata yang ada saat ini. 

"Kita butuh good will Pemerintah daerah membangun dunia pariwisata di daerah ini lebih serius lagi. Niat baik itu ditunjukkan dengan penganggaran untuk perbaikan infrastruktur menuju daerah-daerah wisata, revitalisasi dan rekonstruksi SDA dan SDM yang yang berkaitan dengan pengembangan wisata hingga cagar budaya dan segmentasi wisata lainnya," papar dia. 

Diakuinya, sejarah tentang Bima atau dana mbojo seperti kisah Gunung Tambora yang sudah mendunia, mestinya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta traveling dan adventure dunia untuk datang dan menetap di Bima bahkan di Kabupaten Dompu. 

"Jika keberadaan Gunung Tambora yang sudah punya kisah mendunia dimaksimalkan lagi dari berbagai aspek hingga mampu mengundang ketertarikan masyarakat dunia untuk mengunjungi Tambora. Tiga daerah Kota dan Kabupaten Bima maupun Kabupaten Dompu pun mendapatkan kontribusi yang positif dengan kedatangan turis dan menetapnya para wisatawan di Bima maupun di Kabupaten Dompu," terang dia.

Ilustrasi gunung Tambora yang letaknya masuk di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu. GOOGLE/www.greeners.co
Dia mengisahkan, di Pulau Lombok, dulunya hanya mampu menjadi bayang-bayang dari Pulau Bali yang sudah mendunia dan menjadi pilihan wisata yang populer untuk dikunjungi para turis dari berbagai belahan dunia. 

"Akhirnya, warga dan pemerintah di Pulau Lombok berbenah dan memperbaiki sektro pariwisata mereka dan perlahan hingga saat ini sudah mampu menyaingi pulau dewata dan berubah menjadi pusat destinasi wisata dunia dan domestik," ujar Magister di Bidang Kesehatan itu. 

Menurutnya, jika di Lombok ada Gunung Rinjani, di Bali ada Gunung Agung, di Bima dan Dompu punya Gunung Tambora yang bisa dimaksimalkan sebagai kawasan yang menjadi destinasi wisata dunia dan massif kedatangan para wisatawan ke sana. 

Untuk itu, sambung dia, daerah Bima harusnya bisa mengambil pelajaran yang baik dari keinginan yang kuat warga dan pemerintah daerah di Pulau Lombok dalam rangka meningkatkan dan memprioritaskan pembangunan di sektor pariwisata. 

"Untuk itu, saya tawarkan pandangan ini agar kaum muda dan intelektual di Bima juga memiliki komitmen dalam rangka menjaga daerah dan mewujudkan komitmen untuk tetap menciptakan Bima yang aman dan mampu menjaga keselamatan para pelancong dari belahan dunia yang tiba di Bima," serunya. 

"Bima punya gunung dan laut yang sama potensi dengan di Bali dan di Lombok. Kenapa tidak bisa menjadi destinasi pariwisata dunia?," sambung lelaki yang akrab disapa Muma Dhena itu.

Pemuda yang juga Calon Anggota DPRD Provinsi NTB itu melanjutkan, jika budaya dan nilai sejarah di Bima tetap terjaga dan kondisi keamanan yang sudah relatif lebih aman, maka iklim investasi dan kehadiran para turis di tengah kondisi sektro pariwisata yang sudah maju, akan menjadi sektor yang sifnifikan bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di dana mbojo.

"Sudah saatnya kita jadikan Bima sebagai pusat destinasi wisata dunia dan lokal. Mari promosikan postingan yang positif bagi citra yang sehat daerah kita tercinta dan kita buat lebih banyak orang datang ke Bima dalam rasa yang senang dan aman yang terutama," tuturya. 

"Dan tahun 2019 depan, Insya Allah saya akan datangkan tamu-tamu dari Asean untuk melihat destinasi wisana dan kondisi Bima yang semua elemen sepakat untuk sama-sama memajukan daerah tanah kelahiran kita tercinta. Mohon doanya," tutup Caleg asal Partai Nasdem itu menambahkan. (RED*)


Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item